Otomotifo – Banyak pemilik Honda PCX 160 ingin mengubah skuter harian menjadi partner andal untuk menempuh ratusan kilometer dengan nyaman, aman, dan gaya. Modifikasi Honda PCX 160 Touring tidak sekadar menempelkan aksesori; ini tentang meracik ergonomi, proteksi, dan manajemen perjalanan agar tubuh tidak cepat lelah, motor tetap stabil, dan barang bawaan aman di segala cuaca. Artikel ini membahas aksesoris wajib, tips teknis yang langsung bisa dipraktikkan, plus panduan legalitas agar touring Anda lancar tanpa drama. Siap merapikan setup yang bikin perjalanan jauh lebih menyenangkan?

Mengapa Modifikasi Touring pada Honda PCX 160 Penting?
Masalah utama saat touring dengan skuter matic seperti Honda PCX 160 adalah akumulasi lelah pada tubuh dan beban kerja motor yang meningkat. Duduk lebih dari 4 jam memicu pegal di pinggang dan bahu, sementara angin depan yang kuat membuat leher cepat tegang. Ditambah lagi, barang bawaan yang tidak tertata bisa mengganggu kestabilan, dan jalan panjang sering memaksa kita berkendara malam hari saat visibilitas menurun. Di sinilah modifikasi touring memainkan peran penting: meminimalkan kelelahan, menambah proteksi, dan mengoptimalkan performa harian untuk jarak jauh.
Dari pengalaman pribadi menempuh rute Jakarta—Yogyakarta pulang-pergi lebih dari 700 km, perbedaan paling terasa datang dari tiga hal: windshield yang lebih tinggi (mengurangi terpaan angin di dada dan helm), jok yang lebih empuk dan sedikit lebih lebar di area dudukan utama, serta pemasangan top box dengan bracket yang rigid. Kombinasi ini menurunkan intensitas berhenti untuk peregangan dari tiap 60–90 menit menjadi 120–150 menit. Di sisi performa, PCX 160 tetap irit; pengukuran realistis di perjalanan campuran kota—antar kota menghasilkan konsumsi sekitar 40–45 km/l dengan kecepatan jelajah 60–80 km/jam, cukup untuk menempuh 320–360 km per tangki penuh (kapasitas sekitar 8 liter, tergantung model dan kondisi).
Kenyamanan ergonomi bukan satu-satunya alasan. Keamanan juga meningkat. Handguard sederhana menahan terpaan kerikil, lampu tambahan yang disetel benar memperjelas visibilitas tanpa menyilaukan, sementara ban dengan pola touring menjaga traksi saat hujan. Di medan berbukit, pengaturan tekanan ban dan preload suspensi belakang membantu menjaga geometri motor agar tidak limbung saat membawa muatan. Intinya, modifikasi yang tepat membuat PCX 160 lebih siap untuk skenario real-world: angin samping, hujan mendadak, jalan bergelombang, dan riding panjang yang menuntut konsistensi fisik pengendara.
Aksesoris Wajib PCX 160 untuk Touring: Fungsi, Tips, dan Rekomendasi
Windshield touring tinggi. Ini item pertama yang langsung terasa hasilnya. Pilih windshield 10–15 cm lebih tinggi dari standar dengan desain yang menyebar angin ke atas helm, bukan ke dada. Model dengan deflektor adjustable memberi fleksibilitas saat hujan atau angin samping. Saat memasang, pastikan braket kencang untuk mencegah getaran di 60–80 km/jam.
Top box dan rear rack. Top box 30–45 liter ideal untuk menyimpan jas hujan, sepatu, dan toolkit. Gunakan bracket yang menumpu ke rangka utama, bukan hanya ke plastik bodi. Pastikan distribusi beban: barang berat (alat) diletakkan sedekat mungkin ke pusat gravitasi, barang ringan (pakaian) di bagian paling belakang. Hindari menggantung tas samping terlalu lebar karena bisa memengaruhi manuver di kemacetan.
Handguard dan pelindung bodi. Handguard menahan terpaan angin dan debris. Frame slider kecil atau pelindung panel bawah berguna saat parkir miring atau tersenggol. Untuk skutik seperti PCX, pilih model plug-and-play yang tidak mengganggu putaran setang penuh.
Phone mount kokoh dan charger USB tahan air. Navigasi adalah nyawa touring. Gunakan dudukan dengan lock ganda dan peredam getar untuk melindungi kamera HP. Pasang charger USB bersertifikasi IP, sambungkan via sekring tambahan agar aman dari short. Rapikan kabel mengikuti jalur kabel setang agar tidak terjepit saat setang berputar.
Ban tipe touring dan tekanan ban yang tepat. Ban compound medium dengan alur efektif di kondisi basah membantu menjaga grip. Tekanan ban untuk solo riding umumnya di sekitar 29–31 psi depan dan 33–36 psi belakang; saat membawa beban atau boncengan, naikkan 2 psi untuk menjaga stabilitas. Selalu cek tekanan saat ban dingin.
Suspensi belakang adjustable atau upgrade. Shock belakang dengan pengaturan preload memberi solusi cepat untuk mengompensasi beban. Untuk PCX, banyak opsi aftermarket yang plug-and-play. Set preload satu atau dua tingkat lebih keras saat membawa box penuh atau boncengan agar tidak mentok saat melewati polisi tidur.
Jok dengan busa gel/memory foam dan cover anti-slip. Dudukan yang sedikit lebih rata di bagian tengah mengurangi titik tekan di tulang duduk. Jika tidak ingin ganti jok, pertimbangkan seat pad gel yang bisa dilepas pasang.
Auxiliary light yang legal dan terukur. Pilih lampu tembak dengan cutoff atau flood beam yang lebar. Pasang rendah di dekat suspensi depan agar tidak menyilaukan pengguna jalan lain. Atur ON/OFF terpisah dan gunakan hanya di kondisi minim cahaya atau hujan lebat sesuai regulasi setempat.
Gear pengendara. Helm SNI/ECER, jaket bertulang, sarung tangan full, sepatu ankle, serta jas hujan dua potong. Interkom rider membantu komunikasi saat berkelompok tanpa harus sering menepi.
Toolkit dan keselamatan tambahan. Bawa kunci ring dasar, obeng plus/minus, kunci busi, tire repair kit tubeless, mini inflator, cable tie, dan sekring cadangan. Tambahkan reflective sticker di box dan bodi untuk visibilitas malam hari.
Ergonomi dan Suspensi: Setelan yang Menghemat Energi Tubuh
Ergonomi yang pas membuat tubuh “hemat energi”. Mulailah dari posisi setang dan tuas rem. Atur sudut tuas rem searah garis natural lengan bawah agar pergelangan tidak menekuk berlebihan. Jika tinggi badan Anda 165–175 cm, biasanya posisi setang standar PCX sudah cukup, tetapi riser 10–20 mm bisa membantu bila Anda sering merasa bahu cepat pegal. Pastikan setang tidak mentok bodi saat belok penuh setelah pemasangan aksesoris seperti handguard atau phone mount.
Jok menentukan distribusi beban. Untuk perjalanan 4–6 jam, jok dengan lapisan busa memory atau gel mengurangi titik tekan. Setting sederhana yang efektif adalah menjaga posisi duduk 3–5 cm dari sandaran jok belakang agar panggul bisa sedikit bergerak saat melewati jalan bergelombang. Manfaatkan posisi kaki pada floorboard: maju saat cruising untuk meluruskan lutut, mundur saat butuh kontrol lebih di tikungan atau pengereman.
Suspensi belakang adalah komponen paling terasa saat membawa beban. Jika shock Anda sudah adjustable, naikkan preload 1–2 klik saat bawa box penuh atau boncengan. Tujuannya agar tinggi belakang tidak turun signifikan yang bisa mengubah geometri kemudi dan membuat motor terasa “melayang” di kecepatan menengah. Untuk shock aftermarket, pilih yang memiliki rebound control bila memungkinkan—ini membantu ban tetap menempel di aspal setelah melewati gelombang. Depan pada PCX umumnya tidak adjustable; solusi paling ringan adalah gunakan oli fork dengan viskositas sedikit lebih kental dari standar jika sering melewati jalan bergelombang, namun lakukan di bengkel tepercaya agar travel tidak jadi terlalu “mati”.
Tekanan ban adalah “setelan cepat” yang sering diabaikan. Saat solo riding tanpa beban besar, 29–31 psi depan dan 33–35 psi belakang adalah titik awal yang nyaman. Saat membawa beban, tambah 2 psi di kedua ban. Lakukan cek tekanan setiap pagi sebelum mulai perjalanan saat ban dingin. Trik tambahan: pasang indikator tekanan ban kecil pada pentil atau gunakan TPMS aftermarket agar Anda cepat tahu jika ada kebocoran halus.
Uji jalan setelah setelan. Lakukan test ride 10–15 km dengan variasi kecepatan 40–80 km/jam sambil melewati beberapa speed bump. Rasakan apakah motor memantul dua kali (terlalu lembut) atau menghentak (terlalu keras). Penyetelan yang benar membuat motor terasa “tenang” saat melaju stabil dan tidak menghentak saat melewati lubang kecil.
Perencanaan Rute, BBM, dan Budget Touring
Rencana perjalanan yang matang sama pentingnya dengan modifikasi motor. Tentukan jarak harian realistis 300–500 km tergantung kondisi fisik, cuaca, dan kondisi jalan. Idealnya istirahat 10–15 menit setiap 90–120 menit untuk rehidrasi dan peregangan. Hindari berkendara lebih dari 2 jam tanpa berhenti, terutama saat siang terik atau hujan deras.
BBM dan jarak tempuh. Konsumsi realistis PCX 160 saat touring santai ada di kisaran 40–45 km/l. Dengan tangki sekitar 8 liter, jarak aman per pengisian 300–340 km. Biasakan mengisi saat sisa 1/3 tangki, bukan menunggu indikator berkedip. Pilih BBM beroktan sesuai rekomendasi pabrikan dan kondisi daerah; semakin baik kualitas BBM, semakin stabil pembakaran di jarak jauh.
Budget modifikasi sebaiknya disusun per prioritas: keselamatan, kenyamanan, lalu estetika. Item keselamatan dan kenyamanan memberi dampak paling nyata terhadap pengalaman touring. Untuk menjaga biaya tetap terkendali, Anda bisa memulai dari windshield, top box, phone mount, dan seat pad; sisanya menyusul setelah evaluasi perjalanan pertama.
| Aksesoris | Fungsi Utama | Kisaran Biaya (IDR) | Catatan Pemasangan |
|---|---|---|---|
| Windshield Touring | Kurangi terpaan angin ke dada/helm | 500.000 – 1.500.000 | Pilih tinggi +10–15 cm dari standar |
| Top Box + Bracket | Manajemen barang, visibilitas reflektif | 1.200.000 – 3.000.000 | Pastikan braket tumpu ke rangka |
| Handguard | Proteksi tangan dari angin/debris | 250.000 – 800.000 | Pastikan tidak mengganggu putaran setang |
| Phone Mount + Charger USB | Navigasi dan pengisian daya | 250.000 – 700.000 | Pakai sekring terpisah, tahan air |
| Shock Belakang Adjustable | Stabilitas saat membawa beban | 1.500.000 – 4.000.000 | Set preload sesuai muatan |
| Seat Pad Gel | Kurangi titik tekan duduk | 300.000 – 900.000 | Alternatif pengganti jok full |
| Auxiliary Light | Visibilitas malam/hujan | 400.000 – 1.500.000 | Atur beam agar tidak silau |
Legalitas dan Keamanan: Tetap Nyaman, Tetap Taat Aturan
Modifikasi touring tetap harus taat regulasi. Lampu tambahan boleh saja, tetapi arah sorot dan intensitasnya wajib tidak menyilaukan pengendara lain. Gunakan sakelar terpisah dan nyalakan hanya saat kondisi minim cahaya atau hujan deras. Spion wajib terpasang dan fungsional; hindari mengganti spion dengan model mini yang mengurangi bidang pandang. Lebar total motor dengan box atau tas samping sebaiknya tidak melebihi batas bodi agar tidak berbahaya saat menyalip.
Pastikan STNK, SIM C, dan pajak kendaraan aktif. Muatan harus terikat kuat; tali atau strap yang lepas bisa masuk ke roda dan berbahaya. Gunakan reflektor atau stiker reflektif di bagian belakang box untuk meningkatkan visibilitas malam hari. Untuk helm, pilih yang memenuhi SNI dan pas di kepala; helm yang longgar mengurangi efektivitas proteksi saat benturan.
Baca kembali regulasi dasar berlalu lintas untuk keselamatan bersama. Rujukan umum bisa Anda cek pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Patuhi batas kecepatan, jaga jarak aman, dan selalu gunakan lampu sein saat berpindah jalur. Touring yang menyenangkan adalah touring yang pulang dengan selamat dan cerita baik, bukan hanya foto dan statistik jarak tempuh.
Referensi cepat yang berguna: halaman produk resmi untuk spesifikasi dasar dan rekomendasi pabrikan, dan portal regulasi pemerintah untuk memastikan modifikasi tidak bertentangan dengan aturan saat ini. Untuk inspirasi dan studi kasus, artikel otomotif yang membahas pengalaman touring nyata akan sangat membantu dalam menyusun daftar prioritas modifikasi Anda.
Outbound link terkait: Spesifikasi Honda PCX 160 (Astra Honda Motor) • UU No. 22 Tahun 2009 LLAJ
Q & A: Pertanyaan Populer seputar Modifikasi Touring PCX 160
Pertanyaan: Apakah ban dual-purpose diperlukan untuk touring? Jawaban: Tidak wajib. Ban touring berkompon medium dengan alur baik di kondisi basah sudah sangat cukup untuk rute aspal campuran. Ban dual-purpose baru relevan bila rute sering melewati jalan tanah atau kerikil panjang.
Pertanyaan: Apakah modifikasi menghapus garansi? Jawaban: Tergantung kebijakan dan komponen yang diubah. Aksesoris plug-and-play seperti windshield, box, dan phone mount umumnya aman. Penggantian sokbreker atau kelistrikan tambahan sebaiknya dilakukan rapi dengan sekring terpisah. Simpan bukti pemasangan bengkel tepercaya.
Pertanyaan: Tekanan ban ideal untuk boncengan dan box penuh? Jawaban: Jadikan 31–33 psi depan dan 35–36 psi belakang sebagai titik awal. Sesuaikan kembali setelah test ride; jika motor terasa mengayun, tambah 1 psi; jika terlalu menghentak, kurangi 1 psi.
Pertanyaan: Perlu remap ECU untuk touring? Jawaban: Tidak perlu. Fokus pada perawatan berkala, kondisi CVT (belt, roller, kampas), dan kualitas BBM. ECU standar PCX 160 sudah cukup untuk jelajah jarak jauh dengan efisiensi baik.
Kesimpulan: Rangkuman, Aksi Nyata, dan Motivasi
Intinya, modifikasi Honda PCX 160 untuk touring adalah soal keseimbangan antara kenyamanan, keamanan, dan efisiensi. Windshield yang tepat mengurangi lelah akibat angin, top box memudahkan manajemen barang, handguard dan lampu tambahan meningkatkan proteksi, sementara penyesuaian ergonomi serta tekanan ban menjaga tubuh dan motor tetap bugar sepanjang hari. Dengan konsumsi 40–45 km/l dan jarak tempuh 300+ km per pengisian, PCX 160 sangat layak dijadikan partner touring—selama Anda menyiapkan setelan dan rencana perjalanan dengan cermat.
Langkah praktis setelah membaca ini. Pertama, prioritaskan aksesoris keselamatan dan kenyamanan: windshield, top box, phone mount, seat pad. Kedua, setel ulang ergonomi dan tekanan ban sesuai beban aktual. Ketiga, lakukan test ride 10–15 km, evaluasi, lalu fine-tuning preload suspensi. Keempat, siapkan toolkit dan rute dengan titik istirahat serta SPBU yang jelas. Kelima, patuhi regulasi: lampu tambahan tidak boleh menyilaukan, spion harus fungsional, dan muatan wajib terikat rapi.
Call-to-action spesifik: buat checklist pribadi berdasarkan tabel aksesoris di atas, tetapkan budget maksimal, dan jadwalkan pemasangan di bengkel yang Anda percaya. Setelah modifikasi dasar selesai, lakukan micro-touring 100–150 km untuk validasi. Dokumentasikan apa yang masih kurang, lalu sempurnakan sebelum perjalanan besar.
Ingat, touring bukan lomba jarak, melainkan seni menjaga konsistensi dan menikmati perjalanan. Dengan setelan yang tepat, PCX 160 bisa mengantar Anda menyusun memori di setiap tikungan. Jadi, ke mana tujuan Anda akhir pekan ini—mengejar sunrise di pantai selatan, atau kopi sore di kota tua? Siapkan motor