
PT Astra Daihatsu Motor menggelar Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD, Tangerang, Rabu (20/5). Dalam agenda tersebut, Marketing Director ADM Sri Agung Handayani memaparkan kondisi pasar, profil konsumen, strategi harga, serta peran jaringan purnajual Daihatsu di Indonesia.
Pesan utama yang disampaikan cukup jelas. Daihatsu masih menjaga posisi kuat di pasar nasional, tetapi tetap berhati-hati menghadapi tekanan global, pelemahan nilai tukar rupiah, dan daya beli konsumen yang belum sepenuhnya pulih di beberapa segmen.
Kinerja Daihatsu hingga April 2026
Hingga April 2026, Daihatsu mencatat penjualan hampir 47.000 unit. Angka detail yang dipaparkan mencapai 46.953 unit, dengan pangsa pasar 16,3 persen. Capaian ini menempatkan Daihatsu di peringkat kedua pasar otomotif Indonesia.
Posisi tersebut bukan capaian sesaat. Daihatsu menyebut sedang menuju 18 tahun berturut-turut berada di posisi kedua nasional. Bagi ADM, pencapaian ini menjadi indikator bahwa produk dan layanan yang ditawarkan masih relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Sri Agung Handayani juga menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global masih dipengaruhi tensi geopolitik. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut berada di kisaran 5,1 persen, dengan dukungan belanja pemerintah dan faktor domestik lainnya.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan industri otomotif nasional, informasi seperti ini penting karena menunjukkan hubungan antara daya beli, harga kendaraan, strategi pabrikan, dan pilihan konsumen. Pembahasan otomotif serupa juga dapat ditemukan melalui Otomotifo.
Segmen yang Menjadi Penopang Penjualan
Daihatsu memiliki lini produk yang menjangkau beberapa kelas pasar. Di segmen LCGC, Sigra dan Ayla menjadi bagian penting dari penjualan. Untuk konsumen yang ingin naik kelas, Daihatsu menyiapkan Xenia dan Terios. Sementara itu, Rocky e-Smart Hybrid menjadi produk yang mewakili langkah Daihatsu di area elektrifikasi.
Di segmen Entry Commercial, Daihatsu berada di posisi pertama dengan pangsa pasar 63,3 persen. Kontribusi utama datang dari Gran Max, produk yang banyak digunakan oleh pelaku usaha. Segmen ini menjadi penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan kendaraan niaga yang praktis.
Untuk segmen LCGC secara keseluruhan, Daihatsu mencatat pangsa pasar 36,8 persen dan berada di posisi kedua. Sementara di segmen SUV Medium dengan harga di bawah Rp300 juta, pangsa pasarnya mencapai 30,4 persen.
ADM juga menyoroti dinamika LCGC hatchback. Secara volume, pasar disebut turun dari sekitar 5.500 unit menjadi sekitar 4.500 unit. Namun Sri Agung Handayani menilai pasar tersebut masih terjaga, meski ada isu daya beli yang belum bergerak positif.
Profil Konsumen Daihatsu yang Perlu Dipahami
Salah satu bagian penting dari Daihatsu Campaign 2026 adalah profil pembelinya. Sebanyak 65 persen konsumen ritel Daihatsu merupakan pembeli mobil pertama atau first car buyer. Mayoritas konsumen ini disebut naik kelas dari sepeda motor ke mobil pertama.
Fakta lain yang juga disampaikan adalah 72 persen pembelian dilakukan melalui fasilitas kredit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterjangkauan harga, cicilan, layanan purnajual, konsumsi bahan bakar, dan nilai jual kembali menjadi faktor yang sangat diperhatikan konsumen.
Bagi pembeli mobil pertama, kendaraan tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi. Daihatsu menyebut konsumen juga memikirkan nilai jual kembali sejak awal proses pembelian. Karena itu, resale value menjadi salah satu pertimbangan penting selain harga awal kendaraan.
Terkait kredit, Sri Agung Handayani juga menyampaikan bahwa tenor panjang, termasuk yang mencapai 8 tahun, tidak bisa diputuskan sepihak oleh leasing. Skema seperti itu harus mendapat persetujuan dari OJK.
Harga Daihatsu Masih Dijaga Stabil
Salah satu pernyataan yang paling penting dalam konferensi pers tersebut adalah kebijakan harga. ADM menegaskan tidak ada kenaikan harga Daihatsu dalam 4 sampai 5 bulan terakhir. Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan depresiasi rupiah dan kenaikan biaya pada sebagian komponen impor.
ADM menjelaskan bahwa tingkat lokalisasi Daihatsu sudah lebih dari 80 persen. Meski begitu, masih ada komponen yang harus didatangkan dari luar negeri sehingga tetap terdampak perubahan nilai tukar.
Untuk merespons situasi tersebut, Daihatsu memilih melakukan efisiensi internal lebih dulu. ADM juga membahas rantai pasok dengan tujuan mencari solusi dan memperluas lokalisasi beberapa komponen impor.
Sri Agung Handayani menegaskan bahwa jika ada penyesuaian akibat tekanan biaya, Daihatsu akan melakukannya secara hati-hati. Alasannya, sebagian besar konsumen Daihatsu merupakan pembeli mobil pertama yang sensitif terhadap perubahan harga.
Jaringan Purnajual Jadi Bagian dari Strategi
Daihatsu juga menempatkan layanan purnajual sebagai bagian utama dari pengalaman kepemilikan kendaraan. ADM menyebut komitmen terhadap konsumen tidak berhenti saat transaksi pembelian, tetapi berlanjut selama kendaraan digunakan.
Jaringan purnajual Daihatsu mencakup lebih dari 260 outlet resmi dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, tersedia lebih dari 170 bengkel purnajual, lebih dari 320 unit Daihatsu Mobile Service, dan lebih dari 3.320 toko suku cadang.
Jumlah toko suku cadang tersebut disebut sebagai jaringan parts shop terbesar di Indonesia di antara merek otomotif yang beroperasi di pasar nasional. Bagi konsumen, ketersediaan suku cadang menjadi faktor penting karena berkaitan dengan biaya perawatan dan kemudahan servis.
ADM juga memberi contoh konsumen Gran Max di pasar tradisional yang beraktivitas pada dini hari. Cerita tersebut digunakan untuk menjelaskan bahwa kebutuhan layanan tidak selalu terjadi pada jam kerja umum, terutama bagi pelaku usaha.
Hal yang Perlu Diperhatikan Calon Konsumen
Dari data yang dipaparkan ADM, ada beberapa hal yang bisa dicermati calon pembeli. Pertama, stabilitas harga menjadi poin penting, terutama bagi konsumen yang sedang menghitung kemampuan membeli mobil pertama.
Kedua, pembelian melalui kredit perlu dipertimbangkan dengan matang. Karena banyak konsumen Daihatsu menggunakan skema pembiayaan, calon pembeli sebaiknya memahami tenor, cicilan, dan ketentuan yang berlaku sebelum mengambil keputusan.
Ketiga, jaringan purnajual dan ketersediaan suku cadang perlu masuk dalam pertimbangan. Untuk kendaraan yang digunakan harian atau kegiatan usaha, kemudahan perawatan dapat memengaruhi pengalaman kepemilikan dalam jangka panjang.
Keempat, pilihan model sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Daihatsu menawarkan kendaraan untuk pembeli mobil pertama, keluarga, pelaku usaha, hingga konsumen yang mulai mempertimbangkan teknologi hybrid.
Ringkasan
Daihatsu Campaign 2026 menunjukkan bahwa ADM masih menjaga posisi kuat di pasar Indonesia. Penjualan hampir 47.000 unit hingga April 2026, market share 16,3 persen, dan posisi kedua nasional selama 18 tahun berturut-turut menjadi gambaran kinerja merek ini.
Di sisi lain, Daihatsu juga menekankan kehati-hatian. Harga belum dinaikkan dalam 4–5 bulan terakhir, efisiensi dilakukan di tengah tekanan biaya, dan layanan purnajual terus menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kepercayaan konsumen. Informasi dalam artikel ini merujuk pada laporan Carmudi Indonesia.