Lompat ke konten
Home » Uncategorized » Automechanika Jakarta 2026 Digelar Perdana di Indonesia

Automechanika Jakarta 2026 Digelar Perdana di Indonesia

Automechanika Jakarta 2026 Digelar Perdana

Automechanika Jakarta 2026 resmi hadir untuk pertama kalinya di Indonesia. Pameran ini mempertemukan pelaku industri komponen, produsen Original Equipment Manufacturer atau OEM, serta penyedia solusi mobilitas dalam satu agenda besar industri otomotif.

Gelaran perdana tersebut berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition atau NICE, Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang. Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan otomotif nasional, pembahasan seputar industri dan kendaraan juga dapat ditemukan di Otomotifo.

Apa Itu Automechanika Jakarta 2026?

Automechanika Jakarta 2026 merupakan bagian dari jaringan pameran Automechanika yang telah digelar di berbagai negara. Indonesia menjadi negara ke-15 yang masuk dalam jaringan tersebut. Di kawasan Asia, pameran serupa sebelumnya telah hadir di China, Malaysia, dan Vietnam.

Kehadiran pameran ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya dilihat sebagai pasar kendaraan. Pemerintah menilai posisi Indonesia juga semakin relevan sebagai basis produksi, bagian dari rantai pasok, dan tujuan investasi regional di sektor otomotif.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan bahwa penyelenggaraan pertama di Jakarta menjadi momen penting bagi industri otomotif nasional. Menurutnya, pandangan industri global terhadap Indonesia kini berbeda dibanding sebelumnya.

Diikuti Lebih dari 300 Perusahaan

Automechanika Jakarta 2026 diikuti oleh lebih dari 300 perusahaan dari dalam dan luar negeri. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan perusahaan domestik, sedangkan sisanya berasal dari luar negeri.

Komposisi peserta tersebut memberi gambaran bahwa pelaku usaha lokal memiliki ruang besar untuk tampil dalam ekosistem komponen dan aftermarket otomotif. Di sisi lain, kehadiran peserta internasional membuka peluang pertukaran informasi dan jejaring bisnis.

Ketua Umum GIIAM sekaligus Presiden Direktur PT Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, berharap pameran ini tidak berhenti sebagai ruang menampilkan produk. Ia menilai ajang tersebut juga dapat menjadi tempat berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun kemitraan strategis untuk pelaku usaha lokal.

Dorongan Komponen Lokal Jadi Fokus Pemerintah

Salah satu isu penting yang mengemuka dalam gelaran ini adalah penggunaan komponen lokal. Pemerintah mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN, terutama untuk kendaraan listrik.

Faisol Riza menjelaskan bahwa target TKDN kendaraan listrik berada di level 40 persen untuk periode 2023 hingga 2026. Angka tersebut kemudian ditargetkan naik menjadi 60 persen pada 2027 sampai 2029, lalu mencapai 80 persen pada 2030.

Selain kendaraan listrik, pemerintah juga mewajibkan penggunaan komponen lokal untuk kendaraan Low Cost Green Car atau LCGC. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran industri komponen dalam negeri di tengah perkembangan pasar otomotif.

Bagi industri pendukung, arah kebijakan tersebut penting untuk dicermati. Kenaikan target TKDN berarti kebutuhan terhadap pasokan komponen lokal juga ikut menjadi perhatian, terutama bagi perusahaan yang masuk ke rantai produksi kendaraan.

Indikator Pertumbuhan Industri Otomotif Nasional

Dalam pembukaan pameran, pemerintah juga menyampaikan sejumlah indikator pertumbuhan industri otomotif Indonesia. Produksi kendaraan disebut tumbuh 13,4 persen secara tahunan dan mencapai sekitar 860 ribu unit.

Angka tersebut dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai lokasi produksi dan perakitan. Pertumbuhan juga terlihat pada sektor manufaktur nonmigas yang naik 5,32 persen dan memberikan kontribusi 16,83 persen terhadap produk domestik bruto nasional.

Baca Juga :  50 Tahun Honda Civic: Evolusi, Balap, dan Komunitas

Penjualan mobil domestik pada periode Januari hingga Agustus 2026 juga tercatat tumbuh 13,4 persen. Sementara itu, ekspor komponen otomotif meningkat hingga 41 persen.

Pasar kendaraan roda dua turut disebut memiliki posisi penting. Indonesia saat ini menjadi pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia. Penjualan sepeda motor domestik pada 2026 mencapai 4,3 juta unit, atau naik 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Pelaku Industri

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pameran, ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian pelaku industri otomotif. Pertama, pameran berskala internasional seperti Automechanika Jakarta dapat menjadi tempat untuk membaca arah kebutuhan pasar komponen dan aftermarket.

Kedua, target TKDN kendaraan listrik yang meningkat bertahap perlu diperhatikan oleh perusahaan komponen. Perubahan target dari 40 persen menuju 60 persen, lalu 80 persen, menunjukkan adanya dorongan agar kapasitas lokal semakin kuat.

Ketiga, pertumbuhan produksi kendaraan, penjualan mobil domestik, dan ekspor komponen memberi sinyal bahwa rantai pasok otomotif tetap menjadi sektor yang penting untuk diikuti. Namun, pelaku usaha tetap perlu melihat data dan kebijakan secara cermat sebelum mengambil keputusan bisnis.

Secara keseluruhan, Automechanika Jakarta 2026 menjadi agenda perdana yang mempertemukan kepentingan pameran, industri komponen, dan arah kebijakan pemerintah. Informasi dalam artikel ini merujuk pada laporan Carmudi mengenai penyelenggaraan Automechanika Jakarta 2026 di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *