Lompat ke konten
Home » Uncategorized » Kerusakan Mobil Akibat Menghantam Lubang Jalan

Kerusakan Mobil Akibat Menghantam Lubang Jalan

Kerusakan mobil akibat menghantam lubang di jalan raya

Lubang di jalan bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara. Jika roda mobil menghantam lubang dengan keras, benturan tersebut dapat merambat ke beberapa komponen penting, terutama bagian ban, pelek, kaki-kaki, dan suspensi.

Risikonya bisa makin besar saat musim hujan karena genangan sering menutupi bentuk dan kedalaman lubang. Pengemudi baru menyadari ada kerusakan setelah muncul tanda seperti setir miring, ban benjol, bunyi dari kolong, atau indikator tertentu menyala di panel instrumen.

Mengapa Lubang Jalan Bisa Merusak Mobil?

Permukaan aspal dirancang agar padat. Namun, ketika air masuk ke pori-pori dan celah aspal, kekuatannya dapat menurun. Beban kendaraan yang terus melintas akan menekan air tersebut sehingga ikatan material jalan melemah, lalu muncul retakan dan lama-kelamaan berubah menjadi lubang.

Masalah utama terjadi ketika ban menghantam tepi lubang yang keras. Energi benturan langsung diteruskan ke ban, pelek, suspensi, dan sistem kemudi. Semakin tinggi kecepatan mobil saat melewati lubang, semakin besar pula tekanan yang diterima komponen-komponen tersebut.

Karena itu, pemeriksaan setelah menghantam lubang tidak boleh dianggap sepele. Pembaca juga bisa menemukan berbagai panduan perawatan kendaraan lain di Otomotifo agar lebih mudah mengenali gejala kerusakan sejak awal.

Komponen yang Sering Rusak Setelah Menghantam Lubang

Bagian pertama yang paling berisiko adalah ban. Dinding samping ban dapat tertekan keras oleh bibir lubang sehingga muncul benjolan, kebocoran, tapak terkelupas, bahkan pecah. Ban yang benjol menandakan struktur bagian dalamnya sudah mengalami kerusakan dan tidak aman digunakan dalam jangka panjang.

Pelek juga menerima dampak besar. Kondisinya bisa berubah menjadi peyang, bibir pelek bengkok, retak, atau pecah. Kerusakan ringan masih mungkin diperbaiki dengan proses press di bengkel spesialis. Namun, pelek yang retak parah atau pecah sebaiknya diganti karena kekuatannya sudah berkurang.

Selain ban dan pelek, sistem kaki-kaki juga rentan bermasalah. Benturan dapat mengubah sudut keselarasan roda. Dampaknya, setir terasa miring atau mobil menarik ke salah satu sisi ketika berjalan lurus. Komponen seperti bushing arm, ball joint, tie rod end, long tie rod, link stabilizer, hingga steering rack juga bisa aus lebih cepat atau mengalami kerusakan.

Suspensi turut menerima beban besar saat roda masuk lubang. Jika hantaman terlalu keras, seal pada shockbreaker dapat rusak dan oli peredam keluar. Gejalanya antara lain mobil terasa membal, bodi terlihat tidak seimbang, dan pengendalian menjadi limbung saat bermanuver.

Pada mobil modern, masalah tidak selalu terlihat secara mekanis. Sensor ABS yang berada di area dekat rem dapat terganggu jika kabelnya terdampak guncangan keras. Ketika sensor bermasalah, lampu indikator ABS bisa menyala dan fungsi rem anti-terkunci tidak bekerja sebagaimana mestinya. Sistem TPMS dan sensor sudut kemudi juga dapat menampilkan peringatan setelah benturan.

Bagian kolong mobil juga perlu diperhatikan, terutama pada kendaraan dengan ground clearance rendah. Pipa knalpot dapat terbentur bibir lubang hingga penyok, bocor, atau terlepas dari gantungannya. Jika saluran knalpot bocor, suara mesin bisa menjadi lebih bising dan tenaga terasa berkurang.

Tanda yang Perlu Diperiksa Setelah Mobil Masuk Lubang

Setelah menghantam lubang cukup keras, segera kurangi kecepatan dan cari tempat aman untuk berhenti. Pemeriksaan awal bisa dimulai dari bagian yang tampak langsung, yaitu ban dan pelek.

  • Periksa apakah ada benjolan pada dinding ban.
  • Lihat kemungkinan ban bocor atau tapak ban terkelupas.
  • Cek apakah pelek peyang, retak, atau terlihat berubah bentuk.
  • Rasakan apakah setir menjadi miring atau mobil menarik ke satu sisi.
  • Dengarkan bunyi gemelutuk dari area kaki-kaki saat mobil berjalan.
  • Amati apakah ada rembesan oli pada shockbreaker.
  • Perhatikan indikator ABS, TPMS, atau peringatan lain di dashboard.
  • Dengarkan perubahan suara knalpot yang menjadi lebih bising dari biasanya.
Baca Juga :  Pemkot Surabaya Siapkan Lelang 80 Kendaraan Bekas, Peluang bagi Pedagang Mobil dan Motor

Jika salah satu tanda tersebut muncul, mobil sebaiknya diperiksa di bengkel. Untuk kasus setir berubah arah atau mobil tidak stabil, spooring dan balancing bisa diperlukan. Namun, jika ada komponen yang bengkok, oblak, retak, atau bocor, perbaikan harus menyesuaikan kondisi kerusakannya.

Cara Mengurangi Risiko Kerusakan Saat Melewati Jalan Rusak

Pencegahan paling penting adalah menjaga konsentrasi. Beri jarak yang cukup dari kendaraan di depan agar pandangan ke permukaan jalan tidak tertutup. Jarak aman juga membantu pengemudi mengambil keputusan tanpa harus mengerem mendadak.

Ketika melihat lubang dan tidak memungkinkan untuk menghindar, kurangi kecepatan secara bertahap sebelum roda menyentuh lubang. Hindari menginjak rem keras tepat saat roda berada di dalam lubang karena beban kendaraan akan berpindah ke depan dan membuat suspensi menerima tekanan lebih besar.

Setir juga perlu dipegang kuat dengan posisi yang stabil. Saat ban masuk lubang, kemudi dapat tertarik tiba-tiba. Pegangan yang baik membantu mobil tetap berada di jalurnya dan mengurangi risiko bantingan mendadak.

Jika terpaksa melewati lubang, usahakan roda masuk dalam posisi lurus dan telapak ban menyentuh permukaan secara merata. Hindari mengenai bibir lubang dengan sisi ban karena dinding ban lebih mudah rusak dibanding bagian telapak.

Tekanan angin ban juga perlu dijaga sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang kekurangan angin membuat pelek lebih mudah menerima benturan langsung. Selain itu, waspadai genangan air karena lubang yang tertutup air sering tidak terlihat jelas dari kabin.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Ban benjol sebaiknya tidak dipakai terus karena kondisi tersebut menunjukkan kerusakan pada struktur dalam ban. Pelek retak atau pecah juga tidak disarankan untuk sekadar diperbaiki karena risiko keselamatannya lebih besar dibanding pelek yang hanya penyok ringan.

Kerusakan suspensi dan kaki-kaki sering terasa bertahap. Awalnya hanya berupa bunyi kecil atau arah mobil sedikit berubah, tetapi bisa makin parah jika dibiarkan. Pemeriksaan rutin pada bushing, ball joint, tie rod, shockbreaker, serta spooring dan balancing membantu menjaga mobil tetap stabil.

Secara umum, menghantam lubang jalan dapat menimbulkan kerusakan berantai, mulai dari ban sampai sistem keselamatan elektronik. Setelah benturan keras, pemeriksaan cepat adalah langkah paling aman sebelum mobil digunakan kembali. Artikel ini disusun dengan merujuk informasi dari Carmudi mengenai ragam kerusakan mobil akibat melindas lubang jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *