
Mengecek kaki-kaki mobil bekas menjadi salah satu langkah penting sebelum transaksi. Bagian ini sering bekerja keras karena berhubungan langsung dengan roda, suspensi, dan kestabilan kendaraan saat melaju di berbagai kondisi jalan.
Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat bodi dan mendengar suara mesin. Calon pembeli juga perlu memahami tanda-tanda sederhana yang bisa muncul dari kaki-kaki. Untuk referensi otomotif lain, pembaca dapat mengunjungi Otomotifo sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih kendaraan.
Apa Itu Kaki-Kaki Mobil dan Mengapa Perlu Dicek?
Kaki-kaki mobil adalah rangkaian komponen di bagian bawah kendaraan yang berkaitan dengan roda, suspensi, dan sistem kemudi. Fungsinya tidak hanya menopang kendaraan, tetapi juga membantu mobil tetap stabil saat bermanuver.
Pada mobil bekas, kondisi kaki-kaki perlu mendapat perhatian lebih, terutama jika usia kendaraan sudah cukup lama. Seiring pemakaian, performa komponen dapat menurun. Dampaknya bisa terasa pada kenyamanan, arah laju kendaraan, bunyi saat melewati jalan tidak rata, hingga getaran di setir.
Kaki-kaki yang sehat akan membantu roda bergerak dengan lancar di permukaan jalan. Sebaliknya, komponen yang aus atau rusak dapat membuat perjalanan kurang nyaman dan berisiko menimbulkan masalah saat kendaraan digunakan.
Komponen Kaki-Kaki Mobil yang Perlu Dipahami
Sebelum melakukan pengecekan, calon pembeli sebaiknya mengenali beberapa komponen utama pada kaki-kaki mobil. Dengan begitu, pemeriksaan bisa lebih terarah dan tidak hanya mengandalkan perkiraan.
Suspensi, Per, dan Shockbreaker
Suspensi berfungsi menahan beban kendaraan sekaligus mengurangi getaran saat melewati permukaan jalan yang tidak rata. Di dalam sistem ini terdapat beberapa bagian, termasuk per dan shockbreaker.
Per membantu meredam guncangan. Komponen ini termasuk jarang mengalami kerusakan dibandingkan bagian lain, tetapi tetap bisa bermasalah, misalnya ketika ulir pada per keong atau per daun patah. Sementara itu, shockbreaker berperan menjaga ayunan kendaraan agar tidak berlebihan.
Roda, Ban, dan Bearing
Roda bertugas menopang berat mobil, sedangkan ban menjadi bagian yang bersentuhan langsung dengan jalan. Karena bekerja langsung di permukaan jalan, ban termasuk komponen yang kondisinya mudah terlihat.
Bearing berfungsi sebagai bantalan roda. Komponen ini memengaruhi kelancaran putaran roda dan kestabilan kendaraan. Jika bearing aus atau kering, biasanya akan muncul getaran atau suara tertentu saat roda berputar.
Bushing Arm, Ball Joint, dan Komponen Kemudi
Bushing arm membantu mencengkeram roda dan meredam getaran dari sambungan suspensi. Jika bagian ini rusak, kenyamanan berkendara bisa menurun, dan mobil dapat terasa tidak stabil.
Ball joint berfungsi sebagai pengikat sekaligus sumbu pada lower arm atau as roda. Perannya penting untuk mempertahankan posisi as roda ketika mobil berbelok.
Selain itu, ada tie rod, rack end, dan steering rack. Ketiganya termasuk rangkaian yang berhubungan dengan pengendalian kendaraan karena terhubung dengan setir. Stabilizer bar dan link juga berperan dalam menjaga kestabilan mobil, terutama saat berbelok.
Cara Cek Kaki-Kaki Mobil Bekas
Pengecekan kaki-kaki mobil bekas dapat dilakukan melalui pengamatan visual, test drive, serta pemeriksaan sederhana pada beberapa bagian. Berikut beberapa komponen yang sebaiknya diperhatikan.
1. Periksa Shockbreaker Saat Test Drive
Shockbreaker yang mulai melemah dapat membuat mobil terasa limbung, terutama ketika dikendarai dalam kecepatan tinggi. Saat test drive, perhatikan apakah kendaraan terasa mengayun berlebihan atau kurang stabil.
Selain itu, dengarkan apakah muncul suara bising dari area suspensi. Jika ada bunyi yang tidak normal atau mobil terasa tidak mantap saat melaju, kondisi shockbreaker perlu diperiksa lebih lanjut.
2. Cek Bearing dari Putaran Roda dan Suara Dengung
Bearing bisa aus akibat usia pemakaian atau jarak tempuh yang tinggi. Salah satu cara mengeceknya adalah dengan mendongkrak mobil, lalu memutar ban searah jarum jam.
Jika saat diputar terdengar suara berderit atau terasa getaran, bearing kemungkinan sudah aus. Pemeriksaan juga bisa dilakukan saat test drive. Bearing yang bermasalah dapat menimbulkan suara mendengung dari roda, dan bunyi tersebut biasanya semakin jelas ketika laju kendaraan bertambah.
3. Amati Bushing Arm dari Arah Laju Mobil
Bushing arm dapat dicek dengan memperhatikan arah mobil saat dikendarai. Jika kendaraan cenderung bergerak ke kiri atau kanan tanpa sebab yang jelas, bagian ini patut dicurigai mengalami masalah.
Kondisi karet bushing arm juga perlu diperhatikan. Caranya, belokkan setir ke kiri atau kanan sampai mentok, lalu lihat bagian karet berwarna hitam di ujung as roda. Jika terlihat pecah atau retak, komponen tersebut sebaiknya diganti.
Tanda lain yang bisa muncul adalah bunyi dari area kaki-kaki saat mobil melewati jalan tidak rata. Bunyi seperti ini dapat menjadi sinyal bahwa ada bagian yang tidak lagi bekerja dengan baik.
4. Periksa Ball Joint dengan Menekan Ban
Untuk mengecek ball joint, mobil perlu didongkrak terlebih dahulu. Setelah itu, tekan ban ke arah atas dan bawah.
Pastikan tidak ada bunyi gesekan. Perhatikan juga apakah ban bergerak naik turun dengan jeda yang jauh. Jika muncul gejala tersebut, ball joint perlu diperiksa lebih teliti.
5. Lihat Kondisi Ban dan Pelek
Ban dapat diperiksa dari kedalaman alur atau kembangnya. Pastikan alur masih cukup dalam dan permukaan ban tidak aus. Cek juga kondisi karetnya, apakah masih elastis atau sudah retak.
Ban yang karetnya retak atau tidak lagi elastis perlu segera diganti agar tidak menimbulkan masalah di perjalanan. Pemeriksaan ini penting karena ban menjadi titik kontak utama antara mobil dan jalan.
Selain ban, pelek juga sebaiknya dicek. Saat mobil melaju cukup kencang, perhatikan apakah setir bergetar. Getaran dapat menjadi tanda pelek tidak rata. Lihat juga fisik pelek untuk memastikan tidak ada gelombang atau retakan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pemeriksaan
Pemeriksaan kaki-kaki sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru. Dengarkan suara yang muncul saat mobil berjalan, rasakan respons setir, dan amati apakah kendaraan tetap lurus ketika dikendarai.
Jika menemukan gejala seperti bunyi berderit, suara dengung, setir bergetar, mobil limbung, atau laju yang cenderung menarik ke salah satu sisi, pemeriksaan lanjutan diperlukan. Gejala tersebut berkaitan dengan komponen yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Calon pembeli yang belum yakin dengan hasil pengecekan sendiri dapat membawa mobil ke bengkel terdekat dan terpercaya. Langkah ini membantu memastikan kondisi kaki-kaki sebelum kendaraan digunakan secara rutin.
Kesimpulan
Kaki-kaki mobil bekas berperan besar terhadap kenyamanan dan keamanan berkendara. Pemeriksaan dapat dimulai dari shockbreaker, bearing, bushing arm, ball joint, ban, dan pelek. Setiap bagian memiliki tanda kerusakan yang bisa diamati melalui suara, getaran, arah laju, maupun kondisi fisik.
Dengan pengecekan yang teliti, calon pembeli dapat memahami kondisi kendaraan secara lebih menyeluruh sebelum mengambil keputusan. Artikel ini disusun berdasarkan informasi dari Carmudi mengenai pemeriksaan kaki-kaki mobil bekas.