Lompat ke konten
Home » Uncategorized » China Perketat Aturan EREV Setelah Penjualan Melonjak

China Perketat Aturan EREV Setelah Penjualan Melonjak

China perketat regulasi mobil EREV

Pemerintah China mulai memperbarui standar nasional untuk kendaraan Extended Range Electric Vehicle atau EREV. Regulasi baru ini dijadwalkan berlaku pada 1 November 2026 dan menggantikan aturan lama yang dinilai tidak lagi cukup mengikuti perkembangan teknologi elektrifikasi.

Langkah tersebut muncul di tengah peningkatan penjualan EREV di China. Dengan pasar yang sudah melampaui satu juta unit per tahun, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan segmen ini diikuti standar teknis yang lebih jelas, terukur, dan seragam bagi produsen.

Apa Itu EREV dan Mengapa Aturannya Diubah?

EREV adalah kendaraan listrik yang tetap membawa mesin konvensional. Namun, mesin tersebut berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai ketika daya berkurang, bukan sebagai sumber penggerak utama seperti pada mobil bermesin biasa.

Konsep ini membuat EREV dipandang sebagai pilihan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara elektrik, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas jarak tempuh. Di China, teknologi tersebut berkembang cepat dan tidak lagi hanya dianggap sebagai solusi sementara menuju kendaraan listrik murni.

Aturan lama yang digunakan sebelumnya disusun ketika teknologi EREV belum sekompleks saat ini. Dalam perkembangannya, produsen mulai memakai sistem penggerak yang lebih terintegrasi, perangkat elektronik yang lebih banyak, serta pendekatan desain yang berbeda-beda. Karena itu, pemerintah China menilai perlu ada standar baru yang bisa menjadi acuan bersama.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan kendaraan elektrifikasi, pembaruan seperti ini penting untuk dicermati. Informasi seputar teknologi otomotif dan regulasi kendaraan juga dapat ditemukan melalui Otomotifo sebagai referensi tambahan.

Fokus Utama Regulasi Baru EREV di China

Salah satu perubahan penting dalam standar baru adalah penggunaan parameter yang lebih kuantitatif. Sebelumnya, sebagian ketentuan teknis masih banyak bergantung pada spesifikasi dari masing-masing pabrikan. Kondisi itu dapat membuat kualitas antarproduk tidak sepenuhnya sebanding.

Pada regulasi baru, pemerintah menetapkan batas yang lebih jelas, termasuk untuk akurasi kontrol daya generator. Untuk sistem hingga 50 kW, daya keluaran harus berada dalam toleransi plus minus 1,5 kW. Sementara untuk sistem dengan daya lebih besar, tingkat akurasi yang diwajibkan berada di kisaran 3 persen.

Ketentuan ini bertujuan mendorong produsen dan pemasok mengembangkan sistem yang lebih matang. Dengan acuan yang sama, kendaraan berperforma rendah diharapkan tidak mudah lolos dari standar industri.

Integrasi Powertrain, EMC, dan NVH Masuk Penilaian

Regulasi baru juga mengakui perkembangan sistem penggerak listrik terintegrasi. Sistem ini menggabungkan fungsi pembangkitan tenaga dan penggerak dalam satu unit transmisi. Arah tersebut mencerminkan kecenderungan industri otomotif China yang berupaya mengurangi komponen terpisah agar efisiensi ruang, bobot, dan performa sistem dapat ditingkatkan.

Selain itu, aspek Electromagnetic Compatibility atau EMC mulai mendapat perhatian lebih besar. EMC diperlukan agar berbagai perangkat elektronik di kendaraan dapat bekerja tanpa terganggu oleh interferensi elektromagnetik. Semakin kompleks sistem elektrifikasi, semakin penting pula pengendalian pada area ini.

Aspek lain yang masuk dalam standar adalah NVH atau Noise, Vibration, and Harshness. Parameter ini berkaitan dengan kebisingan, getaran, serta kenyamanan yang dirasakan pengguna saat berkendara. Dengan dimasukkannya NVH, produsen tidak hanya dituntut mengejar efisiensi, tetapi juga kualitas pengalaman berkendara.

Baca Juga :  Daftar Harga Motor Bekas Terbaru: Populer, Murah, Lengkap

Daya Tahan Kendaraan Diuji Lebih Realistis

Bagian penting lainnya adalah pengujian ketahanan. Dalam aturan baru, kendaraan EREV harus menjalani uji beban bergantian selama 750 jam. Selain itu, sistem juga perlu melewati uji start-stop hingga 100.000 siklus.

Pengujian tersebut dirancang untuk menggambarkan pemakaian hingga sekitar 300 ribu km. Standar ini dianggap lebih dekat dengan kondisi penggunaan sehari-hari, terutama pada lalu lintas padat yang membuat mesin generator bisa menyala dan berhenti berulang kali.

Dengan metode seperti ini, pemerintah China ingin memastikan kendaraan EREV tetap dapat bekerja andal dalam jangka panjang. Bagi konsumen, aspek tersebut relevan karena teknologi EREV bergantung pada kerja sama antara baterai, motor listrik, generator, dan sistem kontrol daya.

Lonjakan Penjualan Jadi Latar Belakang Penting

Perubahan regulasi tidak lepas dari pertumbuhan pasar EREV di China. Menurut pelaku industri, penjualan kendaraan jenis ini melewati satu juta unit pada 2024. Setahun setelahnya, angkanya kembali naik hingga mencapai 1,2 juta unit.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa konsumen semakin menerima EREV sebagai alternatif kendaraan listrik murni. Teknologi ini dinilai mampu mengurangi kekhawatiran terkait jarak tempuh karena masih memiliki generator berbasis mesin konvensional untuk mengisi baterai saat dibutuhkan.

Sejumlah merek seperti Seres, Li Auto, Deepal, dan Leapmotor juga terus memperluas pilihan EREV. Segmen ini bahkan mulai masuk ke kelas premium, area yang sebelumnya lebih banyak diisi kendaraan listrik murni.

Model Premium Membantu Mendorong Popularitas

Di kelas premium, Aito M9 disebut menjadi salah satu model yang ikut memperbesar perhatian terhadap EREV di China. Selain itu, beberapa model baru seperti IM Motors, Zeekr 9X, dan Zeekr 8X juga mengadopsi pendekatan serupa.

Kendaraan-kendaraan tersebut menempatkan penyempurnaan sistem, integrasi teknologi, dan kenyamanan sebagai bagian penting dari pengembangan produk. Zeekr 9X bahkan disebut telah mencatat pengiriman lebih dari 50.000 unit dalam beberapa bulan setelah peluncuran.

Model tersebut juga disiapkan untuk ekspansi ke kawasan Timur Tengah, Asia Tengah, dan Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa EREV tidak hanya berkembang untuk pasar domestik China, tetapi mulai diarahkan agar memiliki daya saing di luar negeri.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Bagi konsumen atau pemerhati otomotif, regulasi baru China memberi gambaran tentang hal-hal yang sebaiknya diperhatikan pada kendaraan EREV. Beberapa poin utamanya meliputi akurasi kontrol daya, kualitas sistem elektronik, kenyamanan kabin, integrasi powertrain, serta daya tahan dalam pemakaian panjang.

Standar baru ini juga menandakan bahwa pertumbuhan penjualan saja tidak cukup. Ketika teknologi semakin banyak digunakan, kualitas dan konsistensi produk menjadi bagian yang sama pentingnya.

Secara keseluruhan, revisi aturan EREV di China memperlihatkan upaya pemerintah untuk menata segmen yang sedang berkembang pesat. Mulai 1 November 2026, produsen harus mengikuti standar yang lebih rinci agar kendaraan EREV memiliki performa, kenyamanan, dan ketahanan yang lebih terukur. Informasi ini merujuk pada laporan Carmudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *