Cara Inreyen Motor Matic & Sport Baru Agar Mesin Awet dan Cepat

Advertisement

Saat ini motor matic menjadi motor terlaris di Indonesia, namun  banyak orang yang belum mengetahui cara inreyen motor matic yang baik dan benar. Tak jarang motor baru langsung digeber tanpa memperhitungkan resiko yang akan di dapatkan. Padahal motor matic baru perlu perawatan khusus yang disebut Break-In atau lebih dikenal dengan sebutan Inreyen. Break-in sendiri adalah masa dimana komponen-komponen mesin motor sedang dalam masa penyesuaian. Pada masa ini oli mesin akan masuk lebih dalam ke mesin dan piston akan beradaptasi agar bisa berkerja secara optimal.

Pada dasarnya semua komponen motor harus melalui proses adaptasi agar bisa menyesuaikan dengan kebiasaan pengendaranya. Inreyen motor yang benar akan membuat komponen mesin lebih awet dan menjadikan performa selalu optimal. Biasanya pihak pabrikan sudah memberikan panduan Inreyen yang tertera pada buku panduan saat kita membeli motor baru. Sayangnya jarang ada orang yang membaca buku panduan motor, sehinga tidak memperpedulikan proses inrayen.

Komponen motor matic berpotensi mengalami kerusakan dini apabila tidak melewati masa Inreyen. Tentu masbro tidak ingin turun mesin lebih awal dikarenakan komponen mesin mengalami kerusakan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan proses pelumasan pada komponen-komponen motor yang belum sempurna, namun sudah digeber pada kecepatan tinggi yang otomatis membuat komponen motor bekerja terlalu keras.

Advertisement

Ban motor juga harus diperhatikan saat masa Inreyen. Pasalnya ban motor harus beradapatasi terlebih dahulu pada permukaan jalan untuk menghasilkan grip yang lebih optimal, sehingga nantinya membuat motor lebih nyaman dikendarai. Ada beberapa poin yang harus masbro perhatikan saat masa Inreyen motor matic. Untuk mengetahinya silahkan simak informasi di bawah ini.

CARA INREYEN MOTOR MATIC YANG BENAR

Tips Inreyen Motor Matic Yang Benar

CARA INREYEN MOTOR MATIC YANG BENARTidak hanya inreyen motor matic, tips yang kami sampaikan di bawah ini juga berlaku untuk masa inreyen motor sport maupun motor bebek. Nah untuk mengatahui apa saja tips-tipsnya silahkan simak informasi di bawah ini.

  1. Selalu menjaga kecepatan motor pada saat 500 km pertama. Masbro jangan menggeber motor terlalu cepat agar oli bisa masuk lebih dalam ke komponen mesin sehingga nantinya komponen mesin akan lebih awet dalam jangan waktu pemakaian yang lama. Memacu motor pada kecepatan tinggi pada masa inreyen hanya akan memperpendek usia komponen mesin akibat gesekan yang berlebihan.
  2. Usahakan jangan mengerem mendadak dikarekan kampas rem masih proses adaptasi, sehingga tidak cepat aus
  3. Walaupun semua komponen motor sebelumnya sudah mengalami proses pengujian kualitas di pabrik, namun kita harus tetap menjaganya agar tidak cepat rusak. Salah satu caranya adalah dengan tidak mengerem secara mendadak, karena komponen mesin masih dalam proses adaptasi
  4. Masbro harus mengatur putaran mesin pada RPM yang stabil dan tidak melebihi batas yang ditetapkan pabrikan pada buku pedoman pemakaian motor. Biasanya untuk 500 km pertama hanya di batasi 50 km/jam dan selanjutnya bisa dikendarai pada kecepatan 80 km/jam. Nah setelah masa inreyen selesai, masbro baru bisa menggeber motor pada RPM dan kecepatan tinggi.
  5. Usahakan jangan mengangkut beben yang berlebihan pada masa inreyen motor. Pasalnya beban yang terlalu berat hanya akan menambah beban kerja komponen-komponen di dalam motor yang bisa beresiko memperpendek umur komponen motor.
  6. Dikarenakan ban motor baru membutuhkan proses adaptasi, maka lebih baik jangan memakainya pada medan ekstrim, seperti jalan basah atau licin. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya slip karena grip yang dihasilkan di jalan raya belum terlalu optimal.
  7. Usahkan motor matic baru tidak melewati jalanan bebatuan atau rusak parah karena sejatinya di dalam suspensi terdapat oli yang harus berdapatasi agar bisa melakukan pelumasan secara optimal, sehingga nantinya motor bisa semakin nyaman dikendarai.
  8. Motor matic menggunakan V Belt sebagai sistem penggeraknya, jadi pastikan V Belt bisa bekerja secara stabil dengan cara jangan memacu motor melebihi rpm yang diajurkan.
  9. Setelah melalui 1000 km pertama, masbro harus segera mengganti oli motor.
  10. Pilihlah oli motor berkualitas sesuai rekomendasi yang diberikan pabrikan atau membeli oli aftermarket yang kualitasnya sudah terbukti.
  11. Jangan ragu mengganti komponen yang sudah rusak selama masa inreyen. Apabila hal ini terjadi, maka masbro harus menggunakan komponen original yang disediakan setiap pabrikan
  12. Tahan diri untuk tidak melakukan modifikasi pada motor matic baru, karena kita harus terlebih dahulu memperhatikan kondisi mesin. Setelah masa inreyen selesai. Setelah itu, silahkan masbro memodifikasi sesuka hati.
  13. Selalu lakukan service rutin sesuai buku panduan agar performa mesin selalu terjaga dan bisa berakselerasi dengan cepat
  14. Apabila ingin service, lebih baik mencari bengkel resmi yang memimiliki peralatan lebih lengkap dan pengetahuan lebih baik terhadap motor baru yang dibeli
  15. Hindarai bore-up mesin yang bisa meresiko merusak mesin, terkecuali untuk kepentingan balap
Baca Juga :  Cara Mengatasi Overheat Pada Motor dan Penyebabnya

Inreyen Motor Berapa KM ?

Banyak orang beranggapan bahwa Inreyen motor matic maupun motor lainnya itu tidak penting. Pasalnya dari pihak pabrikan sudah menguji kualitas komponen yang digunakan motor. Alhasil banyak orang yang langsung menghajar motor baru dengan tidak memperpedulikan kecepatan, pengereman dan daya angkut. Menurut kami hal ini salah, karena proses inreyen dimaksudkan untuk memaksimalkan performa motor di masa mendatang.

Advertisement

Ada banyak sekali hal positif yang akan didapatkan apabila menjalani proses Inrayen motor matic dengan benar. Yang paling utama adalah menjaga kualitas motor agar tidak cepat rusak setelah pemakaian dalam jangka waktu lama. Masa inreyen motor biasanya ditetapkan hingga pemakaian 500 km pertama atau bisa juga mencapai 1000 km. Pada masa ini kita harus mengontrol kondisi motor agar tak terlalu terbebani, sehingga komponen yang ada di dalam mesin bisa beradaptasi.

Komponen motor, terutama mesin bisa cepat rusak apabila tidak melalui proses Inreyen. Lagi pula proses inreyen motor hanya sampai 500 km pertama atau 1000 km pertama sesuai panduan yang terdapat dalam buku pedoman pemakaian motor, sehingga tergolong sebentar apabila motor dipakai sebagai kendaraan sehari-hari. Tentu lebih baik menjaga dari pada nantinya harus turun mesin lebih dini dikarenakan motor mengalami kerusakan pada bagian mesin.

Yang Perlu Diperhatikan Saat Inreyen

Dapat disimpulan bahwa yang perlu diperhatikan saat masa inreyen motor matic maupun motor lainnya adalah kecepatan. Masbro jangan menggeber motor pada kecepatan dan rpm tinggi agar mesin tidak kaget. Motor matic juga memiliki V Belt yang harus beradaptasi agar bisa bekerja sempurna dalam menggerakan roda belakang. Begitu pula dengan kampas rem serta ban yang tak bisa langsung bekerja secara optimal saat memakai motor baru.

Advertisement

Semuanya memang butuh proses adaptasi, sehingga dibutuhkan masa inreyen untuk menyesuaikan semua kinerja komponen motor. Selain faktor kecepatan, masbro juga harus menjaga beban motor. Kalau bisa jangan memakai motor matic baru untuk berboncengan karena bisa menambah beban kerja komponen-komponen dalam motor yang nantinya bisa mengurangi usia pemakaian motor ke depannya.

Bagaimana Cara Inreyen Motor Sport ?

Cara Inreyen Motor SportMasa inreyen motor matic maupun motor lainnya, seperti sport dan bebek juga bisa kita gunakan sebagai proses adaptasi terhadap motor yang kita miliki. Bagi yang terbiasa memakai motor matic dan bebek, pasti butuh adaptasi ketika berganti motor sport. Pasalnya motor sport memiliki kopling yang harus bisa kita kendalikan agar mesin motor tidak mati. Nah untuk mengetahui apa saja tips-tipsnya, silahkan simak informasi berikut ini  “Cara Mengendarai Motor Kopling

Tak jarang ada orang yang mengatakan motor sport baru mending langsung di geber agar mesin tidak manja dan bisa langsung ngacir. Kami sendiri tidak menyarankan hal tersebut karena bisa merugikan durability atau ketahanan mesin. Jadi lebih baik melewati masa inreyen agar semua komponen bisa awet dan bisa mengurangi resiko kerusakan komponen secara dini yang otomatis membutuhkan biaya cukup besar.

Resiko Motor Tidak Di Inreyen

Setiap pabrikan selalu melakukan pengujian sebelum motor dipasarkan. Tak jarang motor langsung digeber untuk memastikan kondisi mesin apakah bisa hidup atau tidak. Namun begitu sampai di tangan konsumen, barulah komponen mesin mulai bergerak dan bergesekan. Semua komponen yang saling bersentuhan akan menghasilkan tingkat kehalusan yang berbeda-beda, sehingga apabila tidak dilakukan dengan benar maka akan mengalami keausan dengan cepat.

Baca Juga :  Syarat Daftar Gojek 2018 dan Cara Mendaftarnya
Baca Juga Informasi Otomotif Lainnya
Harga Knalpot Akrapovic Full SystemHarga Knalpot AkrapovicHarga Knalpot R9 TerbaruHarga Knalpot R9
Syarat Daftar Gojek TerbaruCara Daftar GojekBiaya Balik Nama MotorBiaya Balik Nama Motor

Nah itulah pentingnya masa inreyen motor matic, sport, hingga motor bebek. Tak ada salahnya mengikuti tips-tips yang kami sampaikan di atas agar motor selalu prima dalam jangka waktu pemakaian yang lama. Demikianlah informasi otomotifo.com kali ini, semoga tips otomotif yang kami kami sampaikan di atas bisa bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi yang bingung cara inreyen motor matic, sport, maupun bebek dengan baik dan benar.

Advertisement

Pecinta film yang hobi dunia otomotif dan bercita-cita ini menonton MotoGP secara langsung untuk bertemu dengan Valentino Rossi