Berapa Tekanan Ban Mobil Yang Ideal ? Inilah Jawabannya

Advertisement

Berapa sih tekanan ban mobil yang ideal ? Pertanyaan ini sering dilontarkan para pemilik mobil ketika menambah nitrogen maupun angin pada kendaraan yang mereka miliki. Padahal tekanan ban sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta stabilitas kendaraan, jadi masbro jangan asal menambah nitrogen ataupun angin biasa tanpa memperhatikan tekanan angin yang ideal untuk mobil yang masbro miliki.

Setiap mobil biasanya memiliki standar yang berbeda-beda. Biasanya pabrikan sudah menentukan tekanan ban mobil yang ideal, namun sering kali pemilik mobil menaikan tekanan ban melebihi batas sewajarnya. Rata-rata beranggapan bahwa mobil yang diisi banyak penumpang dan mengangut barang bawaan dalam jumlah banyak, maka tekanan angin harus ditambah. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan terhadap tekanan ban yang ideal, sehingga hanya berpatok pada filling.

Padahal setiap pabrikan sudah merekomendasikan tekanan angin ban mobil yang pas, dan mereka telah mengujinya disaat mobil dalam kondisi terisi muatan maksimum. Oleh karena itulah kami sarankan untuk mengacu pada standar pabrikan yang biasanya sudah ditempel di bagian pintu pengemudi atau di frame pilar B sebelah kanan dan bertuliskan “Tyre-Loading Information”. Pedoman tersebut biasanya berupa sticker berwarna putih dan berisi mengenai informasi tekanan angin standar sesuai dengan jenis mobil.

Advertisement

Setiap tipe mobil memiliki tekanan angin yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi beban kendaraan yang berbeda-beda. Jadi jangan samakan antara tekanan angin ban mobil pada Truck dengan mobil berjenis SUV, MPV, Sedang, maupun City Car. Sebagai contoh adalah tekanan ban pada mobil All New Kijang Innova yang menggunakan ban standar berukuran 205/65R16, maka tekanan angin yang ditentukan Toyota adalah 33 psi untuk ban depan serta 33 psi untuk ban belakang.

Toyota juga merekomendasikan penambahan tekanan angin pada ban belakang menjadi 36 psi di saat All New Kijang Innova membawa penumpang atau barang bawaan. Yah, penambahan tekanan angin memang diperlukan disaat mobil membawa beban berat, namun harus sesuai dengan standar yang diberikan setiap pabrikan. Apabila mengisi angin ban secara berlebihan atau diluar batas wajar maka akan menghasilkan efek negatif yang bisa masbro simak di bawah ini.

Bahaya Tekanan Ban Berlebihan

Tekanan Ban Mobil Tekanan ban pada roda depan dan roda belakang harus pas dan tak berlebihan. Apabila mengisinya terlalu banyak maka bisa mengurangi performa pengereman pada saat melewati jalanan basah maupun licin. Yang paling parah mobil bisa mengalami selip dan menyebabkan kecelakaan. Hal ini sering terjadi pada mobil yang belum dilengkapi teknologi ABS (Anti-Lock Breaking System) yang notabennya berguna untuk meminimalisir terjadinya ban mengunci dan selip ban.

Advertisement

Tekanan angin yang berlebih juga mengurangi stabilitas mobil saat dikendarai. Selain itu, suspensi mobil menjadi keras dan terasa tidak nyaman saat melewati jalan rusak ataupun jalan yang kurang rata. Nah resiko yang paling parah adalah bisa membuat ban mobil meledak. Sebenarnya resiko ban meledak hampir tidak mungkin terjadi jika kelebihan tekanan ban mobil hanya sebatas 5-10 psi. Namn apabila lebih besar dari itu, maka ancaman ban meledak sangat besar.

Yah, tekanan ban mobil memang sangat berpangaruh terhadap kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Oleh karena itulah kami sarankan untuk selalu mengikuti panduan dari pabrikan disaat menambah angin ataupun nitrogen. Owh yah, standar tekanan yang diberikan pabrikan bisa tidak berlaku disaat masbro mengganti velg yang otomatis merubah ukuran ban. Apabila hal ini dilakukan, maka kami sarankan untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum menambah angin.

Baca Juga :  Apa Itu Abs Pada Motor ? Inilah Fungsi, Kelebihan & Kekurangannya

Bahaya Tekanan Angin Ban Kurang Dari Normal

Kondisi Tekanan Angin Ban MobilTekanan ban mobil yang ideal memang sangat dibutuhkan. Apabila ban mobil kekurangan angin maka bisa berakibat tarikan mobil terasa semakin berat. Hal ini dikarenakan ban tidak bisa berputar secara sempurna, sehinga mengakibatkan mobil kurang nyaman dikendarai. Masih banyak efek negatif lainnya apabila angin ban kurang dari normal. Nah untuk mengetahuinya silahkan simak di bawah ini.

Advertisement
  1. Selain itu, ban bisa mengalami pengikisan yang tidak seimbang karena hanya pinggiran ban yang menapak ke aspal dan bagian tengah tertekuk ke atas, sehingga menyebabkan ban habis secara tidak merata.
  2. Sering kali ban mobil yang kekurangan angin memiliki benjolan pada dinding samping ban yang otomatis bisa merusak kontruksi ban.
  3. Apabila konstruksi ban sudah rusak, maka bisa berakibat ban mudah meletus. Hal ini tak lepas dari kekuatan benang kawat yang berada di dalam ban mengalami penurunan kekuatan dikarenakan gesekan yang terjadi secara terus menerus dan menyebabkan penipisan lapisan ban.
  4. Performa pengeremen juga bisa berkurang apabila tekanan angin ban mobil antara roda depan dan roda belakang terlalu rendah.
  5. Pengereman yang kurang optimal akan membuat mobil mudah tergelincir saat melewati jalanan basah. Sedangkan saat kondisi jalanan kering, maka ban bisa mudah selip.
  6. Saat tekanan angin kurang, maka akan terjadi gesekan antara permukaan ban dan aspal yang semakin besar. Alhasil mobil membutuhkan tenaga tambahan agar bisa melaju, sehingga menyerap bahan bakar lebih banyak yang otomatis membuat mobil lebih boros bahan bakar.
  7. Bisa dikatakan usia pakai ban akan berkurang drastis karena tekanan angin ban mobil yang kurang ideal. Alhasil kita harus mengganti ban sebelum waktunya.

Tips Menjaga Tekanan Angin Ban Mobil

Tips Menjaga Tekanan Angin Ban Mobil.jpgSemua orang pasti ingin mobil miliknya terasa nyaman dan aman saat dikendarai. Oleh karena itulah kita harus selalu memeriksa tekanan ban secara berkala untuk menghindari hal yang tidak dinginkan seperti yang kami sampaikan di atas. Ada beberapa tips yang bisa masbro lakukan agar tekanan angin ban mobil selalu terjaga. Nah untuk mengetahui apa saja tipsnya, silahkan simak di bawah ini.

  1. Seperti yang kami sampaikan di atas, setiap pabrikan sudah memberikan standar tekanan ban pada setiap mobil yang merek pasarkan. Namun sering kali mobil membawa muatan yang melebihi batas yang dianjurkan. Apabila hal ini terjadi maka kami sarankan untuk menambah tekanan angin sekitar 2-3 psi pada setiap ban mobil agar bisa mengimbangi beban kendaraan yang lebih berat.
  2. Walaupun beban yang dibawa lebih berat dari batas yang dianjurkan, namun kami sarankan untuk tidak membawa beban melebihi kapasitas ban. Biasanya pada setiap ban sudah tertera berat maksimal yang mampu ditanggung.
  3. Pastikan kondisi ban sudah dingin saat masbro menambahkan angin. Pasalnya pengisian tekanan angin di saat kondisi roda atau ban masih panas, maka pengukurannya bisa tidak akurat. Alhasil tekanan angin bisa menurun disaat ban sudah dingin, sehingga kita harus mengisinya kembali.
  4. Masbro juga harus memperhatikan kondisi tutup pentil atau tutup niple. Apabila tutupnya sudah mulai rusak, maka masbro harus menggantinya dengan yang baru. Pasalnya tutup pentil digunakan untuk menahan angin ban agar tidak bocor.

Daftar Tekanan Angin Ban Mobil

Posisi Informasi Tekanan Ban MobilMungkin masbro belum paham mengenai informasi yang kami sampaikan di atas. Jadi kami simpulkan bahwa tekanan ban mobil yang ideal adalah sesuai dengan standar yang diberikan pabrikan. Untuk mengetahui standarnya, masbro bisa melihat sticker mengenai informasi tekanan angin standar mobil yang biasanya tertempel pada pilar B atau dibagian pintu pengemudi. Setiap mobil juga memiliki tekanan angin yang berbeda-beda, dan sebagi contohnya silahkan simak dibawah ini.

  1. Honda Mobilio : 30 psi
  2. Honda Civic : 35 psi
  3. Honda Brio : 26–29 psi
  4. Toyota Avanza : 30–32 psi
  5. Daihatsu Xenia : 30–32 psi
  6. Suzuki Ertiga : 29–35 psi
  7. Toyota Fortuner : 30-33 psi
  8. Toyota Innova  : 33 psi
Baca Juga :  Cara Memperbaiki Aki Kering Motor & Mobil Yang Rusak atau Soak

Setiap tipe mobil di atas memiliki ukuran velg dan ban berbeda, jadi jangan heran apabila tekanan anginnya juga berbeda. Apabia masih memakai velg & ban ban tentu bisa mengikuti standar yang diberikan pabrikan. Namun disaat masbro mengantinya dengan velg yang lebih besar, maka kami sarankan untuk bertanya terlebih dahulu ke bengkel yang sudah berpengalaman agar nantinya bisa menyesuaikan tekanan angin sesuai ukuran velg dan ban yang digunakan.

Saat ini sudah banyak mobil yang dilengkapi fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) yang sangat bermanfaat untuk mengecek kondisi tekanan angin pada setiap ban. Namun rata-rata hanya mobil keluaran terbaru dan mobil mewah yang memiliki fitur tersebut. Nah bagi masbro yang menginginkan fitur tersebut, namun mobil yang masbro miliki tidak mendukungnya, maka kami sarakan untuk membeli alat TPSM yang bisa dibeli dengan harga cukup terjangkau. Nah untuk mengetahui seperti alatnya, silahkan simak dibawah ini.

Alat Pengecek Tekanan Ban Mobil

Alat Pengecek Tekanan Ban MobilHarga alat di atas dibanderol sekitar 400 Ribuan – 700 Ribuan, tergantung di mana masbro membelinya. Fungsi utamanya adalah untuk mendeteksi tekanan angin secara realtime melalui sensor yang nantinya digunakan sebagai tutup pentil. Menariknya, sensor tersebut sudah dilengkapi fitur anti maling dan memiliki baterai yan bisa bertahan hingga 2 tahun atau setara 30.000 km. Alat pendeteksi tekanan ban mobil di atas juga menggunakan tenaga solar, sehingga pemasangannya tinggal plug & play tanpa perlu merubah kelistrikan mobil.

Baca Juga Informasi Otomotif Lainnya
Gambar KTM Duke 390Motor Street Fighter MurahInilah Syarat Perpanjangan SIM Lewat SIM KelilingCara Perpanjang Sim
Cara Memperbaiki Aki KeringApa Itu AbsPengertian ABS

Masih banyak alat pendeteksi tekanan ban mobil lainnya yang beredar dipasaran. Namun bagi masbro yang mencari perangkat TPSM murah, maka alat di atas bisa menjadi pilihan utama. Lagi pula kualitasnya tak kalah dari TPSM yang dibanderol lebih mahal, karena bisa memberikan informasi secara real-time terhadap tekanan angin di setiap ban mobil. Nah demikianlah tips otomotif kali ini, semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa menjadi bahan referensi.

Advertisement

Pecinta film yang hobi dunia otomotif dan bercita-cita ini menonton MotoGP secara langsung untuk bertemu dengan Valentino Rossi